
SINTANG — Sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang holistik—tidak hanya berfokus pada kesembuhan fisik tetapi juga pemenuhan kebutuhan mental dan spiritual pasien—RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelayanan Kerohanian, Pemulasaran Jenazah, dan Fardu Kifayah untuk periode Semester I Tahun 2026.
Kegiatan evaluasi berkala ini diikuti oleh jajaran manajemen rumah sakit, tim kerohanian, serta petugas teknis pemulasaran jenazah. Agenda utama pertemuan diisi dengan pemaparan rekapitulasi capaian pelayanan kerohanian dan pemulasaran jenazah selama kurun waktu enam bulan pertama di tahun 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif serta penyerapan aspirasi guna pembenahan layanan ke depan.
Layanan pendampingan kerohanian bagi pasien rawat inap dan keluarga serta pengelolaan pemulasaran jenazah yang sesuai dengan syariat/kaidah keagamaan merupakan bagian integral dari standar pelayanan rumah sakit paripurna. Melalui monitoring dan evaluasi ini, manajemen RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang memastikan seluruh alur pelayanan spiritual berjalan secara transparan, profesional, dan empatik.
Diharapkan dengan adanya monev berkala ini, kualitas serta efektivitas pelayanan kerohanian, pemulasaran jenazah, dan pelaksanaan fardu kifayah di lingkungan RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang terus meningkat, sehingga dapat memberikan kenyamanan serta kepuasan pelayanan bagi masyarakat Kabupaten Sintang dan sekitarnya.


